SIDOARJO, 12 Februari 2026 – Suasana meriah membentang di Stadion Jenggolo Sidoarjo saat Laga Puncak Gala Siswa Indonesia (GSI) SD/MI 2026 memunculkan juara sejati. Dua laga seru yang menemani babak semifinal menciptakan kisah dramatis sebelum akhirnya Buduran mengangkat trofi juara.
![]() |
| Euforia (By. Moment image) |
Di Lapangan Satu, pertarungan sengit dipertontonkan antara Buduran dan Tulangan. Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi, tetapi hingga peluit akhir babak kedua, skor tetap imbang tanpa gol. Babak penalti pun menjadi penentu, di mana Tulangan harus menelan pil pahit saat Buduran berhasil menuntaskan kesempatan untuk melaju ke final.
Sementara itu, di Lapangan Dua, Gedangan menghadapi Krian dalam duel yang tak kalah seru. Di pertandingan yang berlangsung ketat, kedua tim menunjukkan kemampuan yang sangat seimbang. Peluit panjang di babak kedua dibunyikan dengan skor imbang 2-2, memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Namun, di sinilah juara bertahan Gedangan harus bertekuk lutut, setelah Krian tampil lebih unggul dan melaju ke final bersama Buduran.
Perhelatan final yang dinanti akhirnya tiba.
Mempertemukan Buduran dan Krian dalam laga yang sarat akan gengsi. Buduran, yang sebelumnya pernah kalah dari Sukodono di babak penyisihan, menunjukkan kualitas terbaiknya selama pertandingan. Dengan semangat juang yang luar biasa, mereka menebar ancaman ke pertahanan Krian tanpa henti.
Di babak pertama, Buduran berhasil memecah kebuntuan dengan mencetak gol pertama. Krian, di tengah tekanan, tak mampu menemukan celah untuk menyamakan kedudukan, malah harus menggigit jari saat Buduran kembali menorehkan gol kedua, diikuti dengan gol ketiga yang menutup laga dengan skor 3-0. Buduran pun dinyatakan sebagai juara GSI SD/MI Sidoarjo 2026, sementara Krian harus puas sebagai runner-up. Gedangan dan Tulangan berbagi podium ketiga.
Menambah kemeriahannya, penghargaan individual juga disematkan kepada para pemain berbakat. Ardani Zaki Haidar dari Buduran terpilih sebagai Pemain Terbaik, sementara Revaldo dari Krian menjadi Top Skor dengan enam gol. Pelatih terbaik diraih oleh Bapak Achmad Rafsanjani dari Buduran, semakin menambah kebanggaan timnya.
Acara penutupan diresmikan oleh Sekretaris DISPENDIKBUD Sidoarjo, Netty Lastiningsih, M.Pd., yang memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta. "Jangan hanya puas di titik ini. Ini adalah langkah awal untuk meningkatkan kemampuan dan bersiap untuk mengikuti gelaran GSI di tingkat SMP mendatang," ungkapnya.
![]() |
| Netty dan Soekadji (by.moment image) |
Dengan berakhirnya gelaran sepak bola GSI ini, kita semua menyaksikan bakal lahirnya bintang-bintang baru masa depan. Selamat kepada para juara dan tim-tim yang berpartisipasi, semoga semangat ini terus berkobar menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan! #Fathul_Aan

