SIDOARJO – Persiapan menuju Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 di Kabupaten Sidoarjo memasuki tahap penting dengan diselenggarakannya Technical Meeting (TM). Kegiatan yang berlangsung kondusif ini digelar atas kolaborasi solid antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo dengan Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Sidoarjo, di Aula Dispendikbud, Selasa, 5 Mei 2026.
![]() |
| TM O2SN SD Aula Dispendikbud |
Sebagai pemanasan menuju tingkat Provinsi, TM ini memiliki keunikan. Meskipun O2SN tingkat nasional hanya mempertandingkan lima cabang olahraga (Cabor)—yakni Atletik Kids, Bulutangkis, Senam, Renang, dan Pencak Silat—komitmen kuat penyelenggara untuk memaksimalkan potensi atlet muda membuat mereka menambahkan satu cabor lagi, yaitu Karate. Dengan demikian, event O2SN-SD 2026 di Sidoarjo akan tetap diselenggarakan dengan enam cabor.
Dalam sambutannya, Ketua FKKG PJOK SD Sidoarjo, Soekadji Winarno, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin baik antara Dispendikbud dan FKKG PJOK. “Kami berterima kasih atas kerjasama ini. Kami juga berterima kasih kepada para hadirin untuk tak henti-hentinya mengawal para talenta muda, agar pembinaan atlet di Sidoarjo dapat berjalan dengan semestinya,” ujarnya.
![]() |
| Soekadji, Lisa dan Haddad (kiri) |
Sesi TM juga diisi dengan penyampaian materi penting dari perwakilan Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo, Lisa Kartikawati. Beliau memberikan penjelasan krusial mengenai jalur prestasi untuk masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Lisa menegaskan bahwa guru dan orang tua harus dapat membedakan jenis prestasi yang dapat digunakan sebagai jalur masuk.
“Fakta di Sidoarjo, terdapat delapan jalur prestasi, seperti olahraga, seni budaya, dan ilmu pengetahuan. Namun, pada dasarnya, event yang diselenggarakan oleh komunitas atau paguyuban olahraga tidak dapat dijadikan syarat pendaftaran masuk SMPN melalui jalur prestasi, kecuali ada kerja sama resmi dengan KONI atau Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora),” jelas Lisa.
Ia menekankan pentingnya pendaftaran siswa berprestasi ke dalam Basis Data Prestasi Talenta Indonesia (BPTI). “Harap memastikan siswa-siswi terdaftar di BPTI. Berkaca pada peristiwa di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) sebelumnya, ada perwakilan kecamatan yang juara pertama, namun karena tidak terdaftar di BPTI, dia tidak bisa lanjut ke tingkat kabupaten. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua,” pesannya. Lisa juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi semua pihak yang telah membimbing para siswa.
Acara puncak, O2SN-SD Kabupaten Sidoarjo 2026, telah dipastikan akan berlangsung pada tanggal **19 hingga 22 Mei 2026**. Masyarakat dihimbau untuk tidak melewatkan ajang bergengsi yang akan menampilkan bakat dan semangat sportivitas para atlet muda Sidoarjo tersebut. #FathulAan

